PEMANFAATAN DATA SCIENCE UNTUK PREDIKSI DAN VISUALISASI KASUS DBD DI KOTA BIMA
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi perhatian dalam sektor kesehatan masyarakat di Kota Bima. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini dapat menyebabkan peningkatan angka kesakitan bahkan kematian apabila tidak ditangani secara tepat. Oleh karena itu, pemantauan dan analisis data kasus DBD secara berkelanjutan menjadi penting untuk mengetahui pola penyebaran penyakit serta mendukung upaya pencegahan dan pengendalian yang lebih efektif.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, pemanfaatan data publik melalui pendekatan analisis data dan visualisasi informasi menjadi salah satu strategi yang dapat digunakan untuk memahami dinamika kasus DBD secara lebih komprehensif. Analisis berbasis data memungkinkan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi tren kasus dari waktu ke waktu, mengetahui wilayah dengan tingkat kejadian yang lebih tinggi, serta memanfaatkan informasi tersebut sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Analisis dalam kajian ini menggunakan data kasus DBD di Kota Bima periode 2018–2024 yang bersumber dari Portal Satu Data Kota Bima serta instansi kesehatan terkait. Data yang dianalisis meliputi jumlah kasus DBD, jumlah kematian akibat DBD, jumlah penduduk, serta indikator epidemiologi seperti angka kesakitan (Incidence Rate) dan tingkat kematian kasus atau Case Fatality Rate (CFR). Pengolahan dan visualisasi data dilakukan untuk menggambarkan perkembangan kasus DBD dari tahun ke tahun serta memberikan gambaran mengenai distribusi kasus di wilayah Kota Bima.
gambar. Tren jumlah kasus DBD di Kota Bima periode 2018–2024.
Berdasarkan grafik tren, jumlah kasus DBD di Kota Bima menunjukkan pola fluktuatif setiap tahun. Pada beberapa periode terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan, sementara pada tahun lainnya terjadi penurunan. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyebaran penyakit dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi lingkungan, kepadatan penduduk, serta efektivitas program pengendalian penyakit yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
Selain itu, perubahan kondisi iklim, pola musim hujan, serta perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga dapat mempengaruhi dinamika penyebaran penyakit DBD. Oleh karena itu, pemantauan data secara berkala dan analisis tren kasus menjadi penting sebagai dasar dalam merumuskan langkah pencegahan serta strategi pengendalian penyakit yang lebih efektif di tingkat daerah
gambar. Prediksi Jumlah Kasus DBD Kota Bima 2025-2029
Selain analisis historis, penelitian ini juga menggunakan pendekatan data science untuk memprediksi jumlah kasus DBD pada periode 2025–2029. Hasil prediksi menunjukkan bahwa jumlah kasus DBD berpotensi mengalami fluktuasi dengan kecenderungan peningkatan pada beberapa tahun mendatang. Prediksi ini dihasilkan melalui pemodelan analisis data menggunakan algoritma pembelajaran mesin yang mampu mengidentifikasi pola dari data historis yang tersedia.
Pemanfaatan metode prediksi ini dapat membantu pemerintah daerah dalam merencanakan langkah pencegahan secara lebih proaktif, seperti peningkatan program pengendalian vektor, edukasi masyarakat, serta penguatan sistem monitoring kesehatan berbasis data. Dengan adanya informasi prediktif, pemerintah daerah juga dapat mengantisipasi potensi lonjakan kasus lebih awal sehingga upaya penanggulangan dapat dilakukan secara lebih terencana dan tepat sasaran.
Melalui pemanfaatan analisis data publik dan pendekatan data science, diharapkan informasi mengenai perkembangan kasus DBD di Kota Bima dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan kesehatan daerah. Analisis ini juga menunjukkan pentingnya integrasi data lintas sektor serta pemanfaatan teknologi analitik dalam mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif.
Ke depan, penguatan sistem pengelolaan dan pemanfaatan data publik diharapkan dapat terus dikembangkan guna meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam sektor kesehatan. Dengan dukungan data yang akurat dan analisis yang tepat, pemerintah daerah dapat merancang strategi pencegahan dan pengendalian penyakit secara lebih terarah, responsif, dan berkelanjutan.
Selain itu, ketersediaan data yang terbuka dan terintegrasi juga dapat mendukung transparansi informasi publik serta meningkatkan efektivitas koordinasi antarinstansi dalam upaya pengendalian penyakit di tingkat daerah.
Penulis : Devi Rahmawati
Ilmu Komputer, Universitas Muhammadiyah Bima
Jl. Anggrek, Nae, Kec. Rasanae Bar., Kab. Bima, NTB
